

1. VCO (Voltage Controlled Oscillator) digunakan untuk menghasilkan frekuensi osilasi yang besarnya dikontrol oleh tegangan input.
2. Persamaan frekuensi osilasi terhadap perubahan tegangan masukan :

3. Pada untai VCO dengan menggunakan CD4046, besar nilai hambatan potensiometer berbanding terbalik dengan besar nilai frekuensi outputnya. Semakin kecil nilai hambatannya, semakin besar frekuensinya. Berlaku sebaliknya.
Tetapi besar nilai tegangan input VCO, semakin besar pula nilai frekuensi outputnya.
Nilai kapasitor juga mempengaruhi besar frekuensi. Jika nilai kapasitor makin besar, nilai frekuensi akan semakin kecil, berlaku sebaliknya.
4. Pada untai VCO dengan XR2206, terdapat 3 jenis sinyal keluaran, yaitu sinyal sinus dan sinyal segitiga (output 1 kaki 2), dan sinyal kotak (output 2 kaki 11).
Penentu sinyal keluaran berupa sinus atau segitiga pada output 1 adalah pembukaan atau penutupan switch.
Besar nilai R3 mempengaruhi besar amplitude keluaran. Besar hambatan potensiometer R3 berbanding lurus dengan amplitude output. Saat hambatan potensiometer R3 diperkecil, maka amplitude output akan semakin kecil, dan sebaliknya. Berlaku saat output berupa gelombang segitiga maupun sinus.
5. Kegunaan VCO dalam Telkom :
a. Untuk menstabilkan frekuensi dari suhu yang ekstrim, noise, dan power supply yang tidak baik.
b. Mengakuratkan control frekuensi yang dikendalikan oleh kristal.
c. Untuk frequency synthesizer (system elektronik yang memperluas range frekuensi dari suatu osilator tetap yang ditemukan di berbagai peralatan modern, termasuk penerima radio, telepon selular, radiotelephones, walkie-talkie, CB radio, receiver satelit, sistem GPS, dsb)
d. Sebagai PLL (Phase Looked-Loop) yang menstabilkan frekuensi dari noise.
e. Penghasil sinyal AC dari masukan DC.
f. Sebagai mux atau demux.